Jumat, 09 November 2018

Kanker dan Bapakku Episode Akhir

Saat ini, proses kemoterapi sudah selesai sesuai jadwal sehingga tinggal pemulihan. Setelah kejadian herpes dan Bapakku yang mulai patah semangat, lama-kelamaan Bapakku sungguh seperti orang stroke. Bapak semakin susah untuk menelan dan makanan yang dimakan terkadang malah keluar lewat hidung. Karena sungguh susah untuk Bapak mendapatkan makanan akhirnya Bapak masuk rumah sakit lagi dan direkomendasikan untuk dipasang ngt atau selang makanan lewat hidung.

Kondisi Bapakku sungguh sangat memprihatinkan pada saat seperti ini. Selain makanan apapun yang harus dijadikan bubur atau cair dan dimasukkan lewat selang, Bapakku sudah sangat kesulitan dalam mendengar sehingga jika mau mengatakan sesuatu harus dekat telinga dengan suara kencang. Bapakku juga sudah tidak jelas dalam berbicara, jika ingin mengatakan sesuatu Bapak harus menggunakan bahasa isyarat atau menggunakan tulisan. Ya Allah hatiku sungguh teriris saat menulis ini.
Namun itu semua yang terjadi pada Bapakku.
Image result for ngt nasogastric tube

Selama dirawat dengan ngt tersebut, Bapakku mulai batuk-batuk berdahak namun dahaknya tertahan didalam sehingga Bapak kesulitan bernapas dan tidak bisa tidur untuk beberapa hari. Kami harus rutin membersihkan mulutnya karena tidak dipakai untuk mengkonsumsi apapun. Sampai akhirnya kondisi Bapakku mendingan, pulang kerumah.

Tak berselang lama setelah pualng kerumah kondisi Bapak kembali drop lagi, Bapak sungguh menjadi lemas tak berdaya, kemana-mana harus digendong. Duduk dikursipun tak kuat dan terus menerus melorot dari kursi. Batuk-batuk Bapak kambuh lagi dan semakin susah untuk bernafas, akhirnya keluarga memutuskan untuk membawa kembali Bapak kerumah sakit.

Setelah sampai IGD, Bapakku pada akhirnya dipindahkan keruangan HCU. Ya Allah aku sungguh takut ketika tahu Bapak masuk keruangan itu, pikiranku kemana-mana. Sekitar 1x24 jam Bapakku dirawat di HCU, kondisi Bapak tiba-tiba saja membaik, dapat diajak komunikasi dan membuat Ibuk yang menjaga saat itu dipenuhi harapan kondisi Bapakku akan kembali normal. Namun, setelah melewati masa itu, tepatnya 17 November 2017 waktu Subuh, Bapakku sudah tak sanggup lagi melawan kanker ditubuhnya. Bapakku meninggal dunia dengan tenang di Hari Jumat. Meskipun tak rela harus kehilangan Bapak, tapi aku yakin ini adalah jalan terbaik untuk Bapak.

Sungguh, Allah Maha Baik dengan segala kenikmatannya. Meskipun Bapak diberikan ujian seberat ini, tapi Bapak tidak pernah mengeluh kepada kami keluarganya. Bapak adalah orang yang sangat kuat, orang yang sebisa mungkin tidak menyusahkan orang lain. Orang yang tidak pernah berontak dan tidak pernah meminta macam-macam. Meskipun ini ujian berat, tapi Bapak selalu berusaha untuk tidak membebani Ibu dan anak-anaknya.

Sifat Bapak yang berbeda hanyalah terkadang tidak nurut jika disuruh minum obat dengan Ibu dan Bapak hanya nurut dengan saya. Namun, itu tidaklah setiap hari Bapak seperti itu. Semoga sakit Bapak selama ini menggugurkan dosa-dosa Bapak selama hidup didunia.

Dan itulah akhir kisah perjuangan Bapakku. Saya mohon doa untuk seluruh orang yang membaca tulisan saya ini, semoga Bapak saya khusnul khotimah, diampuni dosa-dosanya dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin 
--ending--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ramein kolom komentar yuks! :)