Minggu, 21 April 2019

Menua di Panti Jompo, Siapa Yang Mau?

Menua….
Menjadi tua….
Meninggalkan keindahan masa muda..
Siapa sih yang mau??
Kalau bisa muda terus dan produktif, kenapa harus menua??
Tapi, menua itu pasti terjadi kepada semua orang…
Tidak mengenal kasta, tahta, jenis kelamin, semua orang pasti menua….


Sudah seminggu sejak aku menghabiskan waktuku di Panti Wredha alias Panti Jompo Harapan Ibu Semarang. Sudah seminggu pula aku tidak bertemu eyang-eyang putri yang ada disana. Kalau denger panti jompo, apa sih yang temen-temen pikirkan??

Terbuang?

Kesepian?

Ada lagi???

Yaaa mungkin banyak yang ada di pikiran teman-teman dan mungkin ada beberapa yang benar..

Sebelum praktik di Panti Wredha Harapan Ibu ini, sebelumnya aku udah pernah dating kesini untuk acara bakti sosial dan sejujurnya aku sungguh prihatin dengan keadaaan panti yang sekarang ini. Saat pertama kali datang ke panti ini, halaman luas dan rindang menghiasi teras panti. Namun, setelah hampir 4 tahun berlalu keadaan panti dari luar sungguh memprihatinkan. Panti seperti tak berpenghuni dan tak terurus karena ternyata ada penyempitan jalan untuk pembangunan jalan tol.

Nah, ini penampakan dari depan Panti Wredha Harapan Ibu teman-teman. Syukur alhamdulillah, sekarang sudah mulai direnovasi ulang dan harapannya semoga menjadi rumah yang lebih layak untuk eyang-eyang yang tinggal di panti.

tampak depan panti

Panti Wredha Harapan Ibu ini saat aku disana, ditinggali sekitar 37 eyang-eyang putri dan ada 1 eyang kakung. Nah, untuk kamarnya dibagi menjadi 2 ruangan yaitu kamar mawar dan makar anggrek. Bentuknya mirip asrama tantara gitu teman-teman. Nah, kaya gini nih bentuknya
kamar anggrek

kamar mawar

Untuk eyang yang masih sehat, masih bisa berjalan dan mandiri kamarnya didekat pintu luar sedangkan untuk eyang yang sulit bergerak dan membutuhkan bantuan untuk berjalan keman-mana kasurnya didekat kamar mandi. Fungsinya supaya lebih dekat untuk memindahkan kalau mau dimandikan ke kamar mandi dan terkadang ada eyang yang susah di pakaikan pampers jadi supaya lebih dekat ke kamar mandi. Nah ini dia kamar mandi bersama untuk eyang, ada juga yang lebih bagus dan tertutup dibelakang tapi aku juga ambil fotonya.

sebagian kecil kamar mandinya

kursi roda untuk eyang

Di panti ini juga da ruang untuk makan dan nonton tv bersama, ini salah satunya tapi aku lupa foto ruangan yang ada tvnya. Hehehe

bersih yaaa
Eyang yang masih bisa bergerak mandiri juga cuci baju sendiri teman-teman, ini salah satu tempat biasanya eyang-eyang jemur baju.

Aku dan temen-temen dari keperawatan undip membantu kegiatan di panti selama 2 minggu. Selama 2 minggu itu, saat ada kegiatan eyang-eyang dibawa ke aula panti.


Jadi semua kegiatan yang melibatkan eyang-eyang dilakukan di aula ini teman-teman. Beberapa kegiatan yang kami lakukan disini itu ada ini nih…

Senam bersama, ada senam lansia, senam diabetes, dll. Terkadang juga karaokean bersama.

senam di panti




Kami juga melakukan TAK atau Terapi Aktivitas Kelompok yang bentuknya kain jumputan gitu…
proses TAK

salah satu hasil eyang

Nah kalo yang ini masih buntelan, belum dibuka
setelah dicuci dan disetrika
Nah itu hasil karya eyang-eyang nih temen-temen, so nice and so cute, right?

Emmmmm, apalagi ya yang mau diceritakan??

Oyaaa, aku sendiri disini lebih banyak membuka mata dan hati dengan beberapa kisah eyang-eyang sampai bisa dibawa ke panti ya teman-teman. Aku sebenarnya orang yang kurang empati ya hahaha dan cenderung kurang peduli dan nggak mudah terenyuh. Tapi, semenjak kehilangan Bapak aku jadi gampang terenyuh dan dikit-dikit inget Bapak inget Ibu. Sikapku ke eyang-eyang disinipun juga berubah, missal aku merasa aku lebih mudah membuka diri kepada eyang daripada dulu yang cenderung lebih menjaga jarak. 

Temen-temen tau gak sih? Eyang disini itu, cukup didekati duduk disampingnya, mendengarkan eyangnya cerita, itu aja rasanya udah menghibur rasa kesepian eyang dan mereka sudah merasa diperhatikan. Sebagian besar alasan eyang tinggal disini karena sudah tidak memiliki suami dan anak namun banyak juga yang masih punya saudara, cucu bahkan anak kandung sendiri namun tetapi memasukkan orangtuanya di panti wredha ini. Sedih juga lho waktu pamitan tu eyang nangis ditinggal pergiii… Huwaaa :’) so sad kan yaa…. 

bersama eyang ngadinem
bersama eyang pariyah
bersama eyang musaropah

Alhamdulillah, teman-teman ternyata masih banyak orang baik yang bersedia menyisihkan sebagian rejeki untuk berbagi di Panti Wredha Harapan Ibu ini. Hampir setiap hari, ada saja bantuan berupa makan, uang, ataupun bahan mentah untuk eyang-eyang disini. 

Doakan aku ya teman-teman supaya aku selalu ingat untuk selalu menyisihkan sebagian rejeki yang Allah berikan unutk membantu sesama salah satunya ke panti jompo seperti ini. Aku doakan juga supya teman-teman yang membaca terbuka hatinya juga. Semoga juga kita semua selalu ingat untuk selalu menyayangi orangtua kita ya teman-teman. 

SKIPSKIPSKIP

Selama di panti, kami lumayanlah menghabiskan waktu yang menyenangkan karena seloooowww hahahaha, ga harus berangkat pagi dan pulang juga sesuka hati asal tau diri aja sih hahahaha…. Kita biasanya kumpul disini nih temen-temen…

Yaaa gitudehh, sedikit ceritaku selama di panti. Jadi temen-teman, jangan pernah bawa orangtua kita ke panti jompo ya teman-teman. Senyaman-nyamannya panti jompo, tetap nyaman ruamh sendiri dengan segala kehangatan yang ada di keluarga teman-teman. Jangan merasa rishi, terganggu, dan kerepotan dengan orangtua kita ketika sudah sangat tua. Inget, waktu kecil gimana sih mereka menyayangi kita….

Jadiii, jadilah anak yang berbakti kepada orangtua sampai akhir hayat kita dan orangtua.

Sedikit tambahan di hari akhir dari kami praktikan profesi ners keperawatan undip angkatan 33 bersama eyang-eyang di panti.
Let's bring happiness for them


2 komentar:

  1. Terbaekdaaahhhh. Banggalah aku punya temen kayak gini. Mantoel syekaleeee. Lanjutkan!!

    BalasHapus
  2. Kok keren sekali..

    BalasHapus

Ramein kolom komentar yuks! :)