Kok burem?
Itu kayaknya temenku, tapi kok mukanya gak jelas ya?
Itu bacanya apa? Kok kamu kelihatan sih?
Yash, Assalamualaikum teman-teman.
Lama tak bercuap-cuap di blog aku ini. Tapi sekali dateng membawa cerita yang sebenarnya aku sendiri tidak mau mengalaminya hahaha. Ya tulisan diatas Assalamualaikum itu adalah keluhan-keluhan selama beberapa bulan terakhir yang dirasakan mataku ini.
Sebelumnya mau cerita nih, jadi memang udah turun temurun alias keturunan dari Ibuku pembawa si Miopi ini atau rabun jauh atau orang biasanya sebut mata minus. Hampir semua keturunan anak cucu dari Ibuku pakai kacamata. Kalau lagi kumpul keluarga tuh, keliatan lah hampir semua memakai kacamata. Masa sih?? Emmm ya ada juga sih yang gapakai, tapi bisa jadi memang lagi gak dipakai itu kacamata atau pakainya sofllens WKWK. Jadi yaa, pakai kacamata itu hal biasa di keluargaku. Adik laki-lakiku bahkan sudah jauh lebih dulu pakai kacamata ketimbang diriku ini.
Nah, itu sekilas pandang hal yang mungkin menjadi salah satu penyebab mataku rabun. Tapi tak dipungkiri, kebiasaanku akhir-akhir ini yang menurutku lebih banyak menyumbang alasan atas mata rabunku ini. Mulai dari mantengin laptop lama yang nggak cuma buat nugas aja tapi juga nonton drama itupun sering sambil tiduran gitu WKWK dan gadget/gawai/smartphone yang selalu ditangan dari bangun sampai mau tidur lagi bahkan kondisi lampu udah mati tuh terkadang masih aja dimainin. Ya menurutku itu yang memicu mataku jadi rabun. Baca buku sambal tiduran? No no no, aku sendiri kalau baca buku lebih nyaman sambil duduk aja. Emm, tapi aku juga gak suka baca buku sih, HAHAHAHA
Tanda dan gejala yang amat sangat menggangguku itu ya kalau liat wajah orang yang dikenal maupun gak dikenal sekarang tu suka gajelas gitu… Burem, jadi kalau liat yang sepertinya temenku dan aku kenal tu harus memfokuskan pandangan dengan mengerut-ngerutkan dahi hahaha, apa ada efeknya ya? Tapi itu refleks paling alami kalau pas ngeliat sesuatu burem. Itu parah banget sih, bener-bener yang dulu aku kalau dari jauh aja udah tau siapa dia kalau sekarang butuh usaha ekstra. Baca tulisan di jalan pun begitu, yang dulunya jelas-jelas aja dari jauh tapi sekarang sudah mulai kabur-kabur gitu. Kadang yang jadi patokan itu temenku yang matanya normal, dia bisa baca dengan jelas tapi aku enggak.
Tapi, tau gak sih? Terkadang tu orang-orang kaya aku gini suka menolak takdir alias merasa dirinya baik-baik saja yang padahal enggak. Perlu periksa mata, ya khan? Sebelum ketahuannya udah minus banyak sekali….
Jadi, kenapa aku memutuskan untuk periksa mata???
Jawabannya adalah karena aku secara tidak sengaja menabrak 2 Ibu-ibu di waktu yang berbeda dan menurutku kejadian itu karena mataku yang kurang fokus ini. Dari kejadian itu aku merasa benar-benar ada yang salah sama mataku, dan aku harus periksa mata. Sempat tertunda beberapa kali, karena aku pingin periksa mata dikota kelahiranku saja di Klaten. Tapi karena aku jarang sekali pulang, sekali pulang cuma sehari itu pun pas hari besar jadi kalender merah dan optik pastinya tutup. Akhirnya memutuskan periksa di Semarang. Periksa sendiripun nggak berani, nggak berani nanti kalau beneran minus WKWKW. Pada akhirnya aku selalu membujuk temanku yang juga selalu mengeluh matanya nggak jelas untuk periksa mata.
Setelah beberapa kali wacana, akhirnya hari Senin, 19 Agustus kemarin aku dan temanku Fanni memutuskan untuk memberanikan diri periksa mata di salah satu optik di Tembalang, Semarang. Ternyata oh ternyataaaa benerrrrr teman-teman mataku sudah minus 0,5 kanan-kiri. SEDIHH PARAH ASLI. WKWKWK *Maaf terlalu lebay
Ya memang kemungkinan ini sudah terprediksi tapi masih tetep sedih menerima kenyataan. WKWKWK. Saat itu juga, kita langsung pesen kacamata frame+lensanya. Sehari berikutnya barulah jadi itu kacamata. Jadi, memakai kacamata itu bener-bener gak pernah ada di pikiranku. Bentuk mukaku ini bentuk muka yang ga cocok banget deh kalo dikasih kacamata. Udah bulet, pipi ukurannya gede banget lagi :’). Buat milih model kacamata yang pas aja itu lamaaaa pake banget deh. Setelah mengalami perdebatan dengan temen, yang jaga optik, dan diri sendiri akhirnya memutuskan untuk ambil itu model kacamata.
Ini nih yang juga aku pajang di foto awal.
Beda yaa kalo muka tirus mah, ini temenku dua-tiga kali coba bisa langsung OK. Yasudahlah yaa, diterima disyukuri dengan muka chubby-chubby gini HAHAHAHA.
Nah, kemaren tepat tanggal 20 Agustus 2019, aku dan temenku ambil kacamata itu. Perdana pakai kacamata. Daaaannn tererengggg, jujur aja sih pas pertama kali gak terlalu nampak perbedaan pandanganku karena ya minusku gak terlalu banyak cuma 0,5 kanan-kiri. Tapiiiii, kata temenku si Fanni itu yang minus 1,25 kanan – minus 1 dan silinder 0,5 kiri, dia merasakan dunia lebih indah dari ditatapnya selama ini HAHAHA. Berlebihan parah ya, gapapa deh. Pertama kali pakai tu, malah agak pusing gitu langsung aku lepas dulu deh. Kata mbak-mbaknya sih biasa, baru penyesuaian. Kata teman-temanku para senior pemakai kacamatapun seperti itu. Katanya harus selalu dipakai dulu terus itu kacamata untuk penyesuaian. Yasudah kupakai dulu deh buat latihan..
Setelah itu kita berdua (Aku dan Fanni) berboncenganlah naik motor dengan memakai kacamata baru ini. Kita bener-bener kayak orang nggumun, sepanjang perjalanan mengagumi benda-benda, tulisan-tulisan yang sebelumnya gak terlihat jelas. Kata-kata “WOW” “GILAK” “YA AMPUN” terlontar hampir disetiap tempat yang dilewati HAHAHAHA. Bahkan teman-teman, perlembar daun-daun di pohon yang dulunya nggak terlihat jelas sekarang aku bisa melihat daun itu perlembarnya. Tulisan yang kukira sekedar tulisan aja, ternyata ada tekstur serat-seratnya. WKWKWK. Paraaah, dunia bener-bener terlihat lebih jelas dan terang benderang dengan pakai kacamata yang sesuai ini.
Setelah terkagum-kagum oleh tulisan dan benda-benda disepanjang jalan, kita mampir makan di warung makan burjo favorit. Pertama kali kalimat yang terucap oleh temanku Fanni adalah “Wow, muka-muka Aa’ burjo terlihat sangat jelas sekarang.WKWKWK”. Yashh, akupun begitu. Bahkan tulisan-tulisan di bungkus minuman yang sebelumnya harus mendekat baru kelihatan tulisannya, sekarang dari jauhpun udah kelihatan.
Yang kaya begini nih,
Yaa udah gitu aja, pengalaman aku teman-teman pertama kali pakai kaca mata rabun. Benar-benar membuka mata dalam melihat dunia yang indah ini, tapi juga sedikit mengganggu karena belum terbiasa. Ya masih perlu penyesuaian gitu.
Saran buat temen-temen nih, kalau udah merasa ada yang salah kok pandangan kabur atau jadi dua buru-buru dehh buat periksa mata supaya cepet tertangani. Kalau kelamaan nanti keburu minus tambah banyak karena mata selalu kontraksi untuk melihat benda-benda untuk jadi lebih jelas lagi.
Nah, ini sedikit kubagikan foto aku yang pakai kacamata dengan temanku Fanni. Beda bentuk muka ya guys jadi beda juga bentuk kacamata.






Wooooww, baguuus sekali kak ceritanyaa. Sukaaaakk sekali deehπππ
BalasHapus