Ding Dong Deng
Bakalan panjang lho, siap-siap ya!
Akan ada beberapa part π
Senin, 12 Agustus 2019.
Lupa gapake gincu, pucet abis tu muka
![]() |
| waktu pertama kali dateng ke puskesmas |
Hari pertama masuk stase komunitas. Yeees, stase yang paling aku tunggu karena gak di rumah sakit dan gak akan shift-shift an ya. Tapi, stase yang bikin takut juga sih karena kabar-kabar nggak enak tentang perdebatan dan pertikaian antar anggota kelompok. Oops, terlalu lebay! Iya! Hahaha
Kita, kelompok 6 ditugaskan di Puskesmas Padangsari. Semua kelompok sih ya, nggak cuma kelompokku aja. Nah, untuk lokasi praktik kita nih yang belum tahu. Desa apa dan RW berapa? Sampai akhirnya kita disambut pihak puskesmas dan karena kita kelompok terakhir. Emmm, kita ada 2 kelompok sih. Jadi, 2 kelompok ini adalah kelompok terakhir yang praktik stase komunitas dan keluarga. You know lah guys, kita kena kepretan alias sisa-sisa desa. Pihak puskesmas sempet bingung kita mau dikasih mana karena tersisa perumahan elit yang pastinya akan sangat sulit untuk diajak kerjasama karena sifat individualis dan tertutup.
Tapi ternyata eh ternyata, jodoh emang nggak kemana ya khan? Puskesmas tiba-tiba ngerekomendasiin Desa Jabungan RW 3 dan Desa Padangsari RW emmm lupa. Dengan alasan yang agak aneh sih menurutku karena anggota kelompok kita lebih banyak 1 orang, akhirnya kita dipilih untuk mengelola Desa Jabungan RW 3.
Pertama kali denger kita kebagian itu desa, yang ada dikepalaku adalah “Woah, katanya ndeso, katanya jalannya suerem banget.” Dan gimana realitanya? Yessss bener banget, kalau liat hiruk pikuk Kota Semarang yaaa Jabungan sih nggak keliatan kaya di Semarang. Masih banyak sawah terbentang, segerrrr dan jalannya emang bener seremnya naik turun berkelok-kelok. But, I love it. Aku sukaaaa, karena pemandangannya soo beautiful.
Nih, ngeksis dulu wkwk
![]() |
| ini mah masih sebagian kecil sawahnya |
Nah kalo ini jalanan menuju lokasi ya, Jabungan RW 3.
nah ini diambil habis kegiatan, hampir tiap hari pulang malem terus
ini diambil pas sore-sore gitu, keliatan kan?
Ya biasa, hari pertama langsung ke lokasi bareng temen-temen. Mampir ke pustu (Puskesmas Pembantu) yang letaknya juga di RW 3 Jabungan. Rundingan-rundingan biasalah mahasiswa wkwkwk. Oh ya, jadi salah satu ketakutan kelompok kita itu adalah menghadapi warganya serta remajanya. Kenapa? Karena cerita dari pihak puskesmas remajanya itu susah banget kalo diajak kerjasama. Alasannya? Money. Tapi, realitanya? BIG NOOOOOO.
Skipskipskipskip -sekilas info aja-
Selesai rundingan, kita langsung ke Kelurahan yang lokasinya cuma disamping Pustu WKWK. Ketemu Pak Lurah, selesai. Barulah di hari kedua, ketiga, keempat, selama seminggu itu kita keliling ketok pintu permisi untuk ngadain kegiatan di rw 3 ke Bapak RW, Kader Posyandu, Ketua Karang Taruna dan Ketua RT.
Entah hari Kamis atau Jumat aku dah lupa, untuk pertama kalinya kita ketemu para remaja karangtaruna rw 3 untuk nyebar kuesioner merokok. Jadi kita ketemu di rumah ketua karangtarunanya, yaitu Mas Bogi. Mulai hari itu juga, namaku berubah jadi Dina. Yes, Mbak Dina yang entah berapa lama itu nama bertahan HAHAHA. Jadi, orang yang merubah namaku itu, Mas Kartono. Sip. Sebenarnya, saat itu kita diminta buat nonton acara panggung mereka ada drama ande-ande lumut. Tapi, acaranya malem banget guys. Kita juga ada deadline tugas kisi-kisi dan kuesioner yang dikejar. Akhirnya, dengan berat hati kita ga dateng. Gapapa lah ya, belum akrab kok. WKWK
Senin, 19 Agustus 2019.
Masuk minggu kedua. Menurutku kita masih belum ngapa-ngapain. Masih nyari-nyari data, tapi udah dikejar target keperawatan keluarga. Akhirnya di minggu ini kita bener-bener bolak-balik Jabungan. Cari responden merokok remaja. Kita coba ikut membaur ke remaja-remaja yang pada main voli. Ada hasil, dikit doang. Cari-cari lagi, muter ketemulah ke anak-anak karangtaruna di tongkrongan legendaris mereka. Asli aku udah foto, tapi fotonya ilang. Jangan kecewa fans π₯π₯
Ketemunya ya orang-orang yang waktu itu di rumah Mas Bogi. Jadi, ZONK. Ga ada hasil. Akhirnya puter otak. Pakai cara lain. Cara mahasiswa. WKWK Do you know? You have to know without I mention it. HAHAHA
Itu baru responden remaja guys. Setelah remajanya kelar, akhirnya kita gentian muter cari responden untuk masalah hipertensi. udah ada data sih dari puskesmas jadi kita tinggal datengin rumah ke rumah. Alhamdulillah, ini lebih lancar daripada cari data remaja. Sehari dah terpenuhi target. Dateng ke mushola dan masjid, BERES. HAHAHA
Cari masalah selesai, KONSUL KONSUL KONSUL. Minggu kedua harus udah MW 2. Dateng ke Pak RW, ternyata di rw 3 ada 2 hajatan di akhir minggu ini dan awal minggu ketiga. Kalang kabut, kita bingung. MUNDUR MUNDUR MUNDUR. Akhirnya, ketemu tanggal dan hari yang pas: Sabtu, 31 Agustus 2019.
Sabtu, 31 Agustus 2019.
Meskipun sedikit ada tentangan dari Pak RW karena kita ngadain acara malam minggu yang biasanya NGGAK ADA acara ngumpulin warga malam minggu. Tapi, ternyata lumayan banyak juga yang dateng. 25 orang. Keseluruhan acara lancar dan menyenangkan. Jadi, malam itu aku jadi MCnya guys. Aku sebetulnya orang yang PD aja ngomong didepan, tapi ada yang bikin malu malu kucing. Mas Kartono, yes I’ve told you above. Dia yang bikin namaku berubah jadi Dina. Beberapa kali terlihat dia seperti entah nge foto/nge video aku, dan it’s truly made me nervous. Aku jadi malu, gak konsen, buyar. Mana tingkahku kalo malu, gitu lagi. WKWK. Malu sendiri aku bahasnya wkwkwk BUT, afterall acara berjalan lancar, warga antusias waktu ditanya program dan remajanya pun antusias jugaaa.
Jadi, di diskusi ini kan kita menawarkan mau program apa tu buat nurunin rokok. Lah, mereka minta KARAOKE. As expected, tapi gimana yaaa HAHAHA, itu bukan terapi. Tapi karena mereka yang minta, yaudahh. WKWK
Jadi, ini secuil dokumentasi waktu MW 2
wkwkwk ngekek sendiri akutu, this is how shy shy catnya aku
Setelah melewati MW 2, kita susun preplanning implementasi, bikin timeline, KONSUL KONSUL KONSUL.
Oh iya, sekilas info ~~~ Jadi tu, ditengah-tengah kita mikir komunitas kita juga mikir keluarga binaan dan askepnya. Di minggu kedua ini juga, kita mulai datengain keluarga binaan kita. Aku dapet keluarga Mbah Kasminah dan Mbak Suyati di RT 1 π. Mulai dari cari keluarga binaan ini juga, temenku Anin mulai ngehubungin remaja namanya Yudha. Remaja yang nggak trima dipanggil dek padahal lebih tuaan kita, guys. WKWK. Daaan temanku lagi, Citra mulai ngehubungin Meikel bocah yang akhirnya jadi andalanqu dan kelompok. Kalo kataku sih dia selalu mencoba jadi cool guy, tapi nyatanya orangnya baik dan banyak banget membantu. PARAH KELEWATAN BAIKNYA. Thanks to you Meikel πDari sini juga, menurutku kita mulai bangun keakraban sama remaja. Bondingnya udah mulai kelihatan gitu.
Yang bikin tegang sama tugas keluarga ini itu, kalo pas jatah konsul sama dosen yang amazing Bu Megah kita. Entah kenapa tu, aku selalu super deg-degan kalo mau ketemu beliau. Ngalah-ngalahin deg-degan pas sempro ataupun sidang guys WKWK
~~Sekilas info selesai~~
Lanjut ke PART 2
STASE KOMUNITAS BERASA KKN: DESA JABUNGAN (Part 2: Kegiatan kita selama di Jabungan)
Atau langsung ke PART 3
STASE KOMUNITAS BERASA KKN: DESA JABUNGAN (Part 3: Berbagai Momen Kebersamaan Kita)
STASE KOMUNITAS BERASA KKN: DESA JABUNGAN (Part 2: Kegiatan kita selama di Jabungan)
Atau langsung ke PART 3
STASE KOMUNITAS BERASA KKN: DESA JABUNGAN (Part 3: Berbagai Momen Kebersamaan Kita)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ramein kolom komentar yuks! :)